in ,

Perbedaan Marketplace dan E-Commerce

Banyak istilah yang muncul karena trend belanja online yang semakin berkembang. Sebagian mudah dipahami namun sebagian lain cukup membingungkan. Contohnya adalah marketplace dan e-commerce. Banyak orang yang belum paham betul akan perbedaan marketplace dan e-commerce sehingga menyamakan agar lebih mudah. Padahal keduanya tidak bisa disamakan.    

Apa Itu Marketplace?

Tempat yang menjadi perantara antara penjual dan pembeli secara online disebut dengan marketplace. Bentuknya dapat berupa website atau aplikasi yang terpasang di smartphone. Sebagai pihak ketiga, marketplace hanya bertanggungjawab atas proses transaksi agar aman dan nyaman dilakukan. Urusan produk yang dijual adalah murni tanggungjawab dari tiap seller toko online.

Beberapa contoh marketplace di Indonesia yaitu Tokopedia, Shopee, BukaLapak, dan Lazada. Anda yang sering berbelanja online pasti sudah tidak asing dengan nama-nama tersebut. Lalu, kenapa marketplace semakin meningkat popularitasnya? Alasannya ada di 4 keunggulan yang dimiliki:

 

  1. Promosi produk tidak dipungut biaya;
  2. Jangkauan pemasaran tidak terbatas;
  3. Rekening bersama yang terjamin aman;
  4. Adanya gratis ongkos kirim dan berbagai promo untung lain.

 

Marketplace terbagi menjadi tiga kategori utama. Pertama adalah marketplace vertikal yang menjual satu jenis barang baik bekas maupun baru dari berbagai supplier. Sebagai contoh, Mobil123 dan RajaMobil khusus otomotif. Selanjutnya adalah marketplace horizontal yang menyediakan produk sejenis misalnya fashion di marketplace Zalora.

Kategori yang ketiga adalah marketplace global yang menyediakan produk yang tidak sejenis. Contoh marketplace dalam kategori ini yaitu Lazada dan Blibli.

 

Apa Itu E-Commerce?  

Electronic commerce diartikan sebagai seluruh bentuk kegiatan jual beli yang mengandalkan media elektronik. Baik itu televisi, telepon, dan gadget yang menggunakan jaringan internet. Lalu apa perbedaan marketplace dan e-commerce jika sama-sama transaksi jual beli? Sederhananya, marketplace masuk dalam model e-commerce.

Secara keseluruhan terdapat enam model, antara lain:

 

  1. Business to Business (B2B)

Model ini melibatkan dua perusahaan yang salah satunya menjual produk atau jasa. Sistem penjualan bukan dalam bentuk eceran melainkan dalam jumlah yang besar. Biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memborong bahan baku dari perusahaan lain yang memroduksinya.

Contoh e-commerce B2B adalah Electronic City yang menjual perlengkapan rumah tangga serta kantor, dan Mbiz yang menawarkan jasa khusus housekeeping.

 

  1. Business to Consumer (B2C)

Penjualan berbagai produk dan jasa dilakukan oleh produsen ke konsumen mengusung model B2C. Bisnis model ini memungkinkan pembelian dengan cara mengecer. Contoh dari model B2C ini adalah beberapa marketplace yang terkenal yaitu Shopee, Lazada, dan Tokopedia. Itulah mengapa marketplace termasuk dalam model bisnis dalam e-commerce.

 

  1. Consumer to Business (C2B)

Apabila konsumen beralih peran sebagai penjual dan perusahaan beralih sebagai pembeli maka disebut dengan C2B. Sebagai contoh, sebuah perusahaan membutuhkan desain untuk slogan terbarunya lalu Anda menawarkan desain yang sekiranya sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

 

  1. Consumer to Consumer (C2C)

Transaksi penjualan model ini hanya terbatas pada konsumen ke konsumen. Biasanya barang yang dijual ada yang masih baru namun ada juga yang bekas. Selain produk, penawaran dalam bentuk jasa pun bisa ditemukan. Contoh e-commerce yang mengusung model C2C adalah OLX, Kaskus, dan BukaLapak.

 

  1. Business to Public Administration (B2A)

Model B2A melibatkan perusahaan dengan suatu instansi pemerintah yang membutuhkan produk atau jasa. Misalnya, jasa pemasangan perangkat lunak yang dapat menunjang sistem administrasi suatu lembaga.

 

  1. Consumer to Public Administration (C2A)

Dapat dikatakan bahwa model ini jarang sekali diterapkan di Indonesia. Transaksinya melibatkan perorangan yang menjual produk/jasa kepada instansi pemerintah.

 

Perbedaan Marketplace dan E-Commerce  

Perbedaan secara singkat dan sederhana sudah disebutkan. Namun apabila ditinjau lebih jauh, e-commerce cenderung lebih terfokus dibandingkan dengan marketplace. Maksudnya, dalam marketplace Anda dapat menemukan berbagai jenis produk yang dijual oleh banyak seller. Sedangkan e-commerce hanya menampung satu brand yang menjual produk-produknya sendiri.

Agar semakin jelas, berikut beberapa poin dari perbedaan marketplace dan e-commerce:

 

  1. Biaya dan Waktu

Dalam dua hal tersebut, marketplace lebih unggul. Sebab, Anda tidak membutuhkan banyak biaya dan waktu untuk mengurusi web. Cukup mendaftar akun kemudian upload produk jualan. Mengenai tampilan produk, metode transaksi, dan perawatan web semuanya sudah ditanggung oleh pemilik marketplace.

Berbeda dengan e-commerce yang membutuhkan waktu untuk memikirkan desain web yang menarik. Walaupun sudah tersedia template dan tema, Anda masih harus mengutak-atik agar fitur tersebut sesuai dengan konsep dari toko online Anda. Biaya pun dibutuhkan untuk keperluan domain, server, dan perawatan.

 

  1. Strategi Pemasaran

Menggeluti e-commerce harus berusaha menaikkan traffic website karena akan mempengaruhi banyaknya pengunjung. Sedangkan dalam marketplace, Anda tidak perlu memusingkan traffic. Banyak tidaknya pembeli tergantung dari bagaimana Anda ‘membangun’ toko yang lebih meyakinkan dibanding toko lain.

 

  1. Jenis Produk

Produk yang direkomendasikan untuk dijual melalui e-commerce adalah produksi dari brand yang sudah terkenal. Dengan begitu, peluang orang untuk membeli cukup tinggi karena sudah tidak meragukan kualitas barang. Justru mereka lebih mengincar membeli dari toko resmi agar barang terjamin orisinalitasnya.

Jenis produk yang dijual di marketplace lebih umum dan banyak. Anda bisa menemukan produk yang bermerk maupun produk buatan rumahan.

Apabila Anda memiliki bisnis sendiri dan berencana meningkatkan brand awarness, maka e-commerce adalah pilihan terbaik. Sedangkan marketplace akan lebih direkomendasikan apabila Anda baru merintis bisnis atau belum memiliki produk sendiri.

What do you think?

Written by admin

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0